DI UJUNG SENJA

Aku menanti mu dalam setiap kidung doa
Setiap kali rindu itu kembali dan bersemi
Aku membisu kala mengingat setiap kenangan
Bersama setiap baris puisi yang kutulis untuk mu
Diujung Senja
Aku menantimu meski jemarimu bahkan sulit ku genggam
Lantunan doa ingin ku panjatkan agar kelak bertemu
Bersama setiap harapan yang ingin ku sampaikan dalam diamku
Bawalah aku dalam setiap doamu
Di ujungSenja
Air matapun tak hentinya menetes kala rasa itu ada
Bolehkah aku mengenang cerita kita?
Meskipun bayangmu telah sirna seperti matahari dikala senja
Mungkinkah rasa itu akan kembali meski tak lagi bertuan
Di ujung senja
Sang surya menyapaku ketika tak ada lagi bayangmu
Semua seolah tidak lagi seperti waktu itu
Seperti di saat kau rangkul setiap pedih hatiku
Bersama senja yang hanya menemani luka dan rindu

IBU

Ibu
Engkau memberikan kehidupan untuk diriku
Engkau adalah muara atas kasih dan sayangku
Tiada cinta yang lebih indah daripada cinta seorang ibu
Kepada anaknya
Sentuhan ketulusan dan air mata adalah bukti cintamu kepadaku
Ibu
Engkau tak pernah mengeluh atas segala penderitaan hatimu
Ketika aku lemah dan terjatuh engkaulah kekuatanku
Bagiku kaulah cintah terhebat yang mengambil kelemahanku
Dan menguatkan diriku dalam segala keterpurkanku
Ijinkanlah aku membahagiakan dirimu dengan cara yang sederhana