Kemudian, Bank NTT juga bekerja sama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Provinsi NTT. Dalam skema kerja sama ini, BPOM akan memberikan penguatan kendali mutu, sehingga produk UMKM yang masuk ke pasar domestik dan internasional terjamin dari sisi kesehatan.

Dirut Bank NTT juga menyampaikan bahwa, Bank NTT telah membangun kerja sama dengan pihak Asuransi, OJK, BI, dan Off taker. Lewat kerja sama ini, pelaku UMKM terus didorong untuk meningkatkan kapasitas produksi, sehingga mampu menjawab permintaan pasar dalam skala komersil dan spesifik.

“Mulai dari tahap pemilihan bahan baku, proses produksi, packaging, sampai pada manajemen kendali mutu harus melalui proses-proses yang dibangun bersama semua pihak,” ujar Dirut Alex Riwu Kaho.

Ia mengajak semua pelaku UMKM, agar tidak saja membangun kapasitas usaha, tetapi juga harus berani berkontribusi bagi Nusa Tenggara Timur tercinta.

“Kta harus membangun kesadaran untuk membayar berbagai retribusi baik itu pajak untuk daerah maupun pajak untuk negara. Sehingga pada akhirnya proses-proses yang kita lakukan, bisa bermanfaat bagi daerah untuk peningkatan PAD,” ucapnya.