“Jadi usahanya kecil, tapi produknya premium. Itu baru hebat. Jangan usahanya kecil, dan menghasilkan produk asal-asalan,” ucapnya.
Gubernur NTT berharap agar Bank NTT sebagai pionir atau penggerak ekonomi masyarakat dalam membina UMKM, harus bisa menghasilkan produk yang menjadi identitas NTT dan juga identitas intelektual masyarakat NTT.
“Manusia harus punya cita rasa dan itu tergambar dalam setiap produk-produk yang kita hasilkan. Kita minum kelor dan alkohol harus punya cita rasa yang baik,” tandas Gubernur Viktor Laiskodat.
Sementara Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka menjawab potensi dan tantangan yang dihadapi oleh UMKM dan sebagian besar pelaku usaha di NTT, maka Bank NTT melakukan kolaborasi dengan semua stakeholder untuk membangun desa.
Menurut Dirut Bank NTT, kolaborasi membangun desa berhasil menciptakan beberapa terobosan. Karena itu, untuk menghasilkan usaha dan produk yang berkelanjutan dan memiliki kendali mutu yang baik, maka dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak.
“Pemerintah pusat lewat Kemenkumham memberikan perlindungan hukum terhadap setiap potensi dan produksi UMKM yang ada di NTT,” kata Dirut Alex Riwu Kaho.
Kemudian, Bank NTT juga bekerja sama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Provinsi NTT. Dalam skema kerja sama ini, BPOM akan memberikan penguatan kendali mutu, sehingga produk UMKM yang masuk ke pasar domestik dan internasional terjamin dari sisi kesehatan.
Dirut Bank NTT juga menyampaikan bahwa, Bank NTT telah membangun kerja sama dengan pihak Asuransi, OJK, BI, dan Off taker. Lewat kerja sama ini, pelaku UMKM terus didorong untuk meningkatkan kapasitas produksi, sehingga mampu menjawab permintaan pasar dalam skala komersil dan spesifik.
“Mulai dari tahap pemilihan bahan baku, proses produksi, packaging, sampai pada manajemen kendali mutu harus melalui proses-proses yang dibangun bersama semua pihak,” ujar Dirut Alex Riwu Kaho.
Ia mengajak semua pelaku UMKM, agar tidak saja membangun kapasitas usaha, tetapi juga harus berani berkontribusi bagi Nusa Tenggara Timur tercinta.







Tinggalkan Balasan