“Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kesetaraan gender serta memberdayakan perempuan, termasuk perempuan petani dan para perempuan kepala keluarga,” jelasnya menambahkan.
Andree Ekadinata, yang mewakili Direktur ICRAF Indonesia Dr Sonya Dewi, mengatakan, Land4Lives sangat sejalan dengan visi dan misi organisasi World Agroforestry (ICRAF) Indonesia.
Ia menjaskan, program itu merupakan akses yang setara untuk semua orang dalam memperoleh kehidupan yang layak melalui lansekap yang sehat, produktif, dan lestari.
“Kami merasa terhormat mendapat kepercayaan untuk melaksanakan proyek ini, karena ini menunjukkan dukungan penuh kami untuk upaya pemerintah dalam memperkuat penghidupan masyarakat dan menjaga lingkungan hidup,” pungkasnya.
Untuk diketahui, proyek dengan total nilai 16,8 juta dolar Kanada (Rp 192 Miliar) sepenuhnya dibiayai oleh Global Affairs Canada (GAC) dan dilaksanakan oleh ICRAF beserta mitra-mitra strategisnya.
Di tingkat nasional, kegiatan Land4Lives mendukung upaya pemerintah melalui Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk mencapai Prioritas Pembangunan Nasional 1 (penguatan penyediaan akses dan mutu suplai pangan): upaya pemerintah dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim: dan pengarusutamaan gender dalam kebijakan dan peraturan yang dihasilkan oleh pemerintah daerah. (*)



Tinggalkan Balasan