Injil Mateus menekankan ‘kemungkinan baru’ ini dengan cara baru pula yakni ‘berkata’ dan melakukannya; ‘mengajar orang’ dan melaksanakannya; ‘berteori’ dan dengan ikhlas menerapkannya dalam hidup setiap hari.

Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus. Hari ini kita dipanggil untuk menjadi pelaksana Sabda, mendengar dan menerapkannya dalam kehidupan setiap hari: di dalam keluarga dan komunitas, di tenmpat kerja dan di mana saja kita berhimpun bersama orang lain.

Mari kita bertanya diri dengan jujur. Seberapa jauh Ekaristis Kudus yang kita rayakan, selalu memberi kita kemungkinan baru untuk merubah hidup sesuai dengan ajakan Tuhan dalam SabdaNya yang kudus? Ketika selesai menjalankan sebuah kegiatan rohani, apakah kita masih berjuang untuk menerapkannya dalam hidup bersama orang lain yang menderita susah?

Tokoh spiritual Uskup Orang Miskin Mgr Gabriel Manek SVD telah bercerita dan melakukan banyak hal tentang ‘sekian banyak kemungkinan’ yang dapat dilakukan manusia untuk mensyukuri kebaikan dan keagungan Tuhan. Ia berkisah dalam banyak kenangan yang dimiliki para sahabat, kekasih, kenalan, dan handai taulan dalam ‘pola’ jejaring sosial, yang disebutnya ‘rantai rohani’, yang justru itulah hadiah istimewa dari Tuhan yang sangat mencintai Mgr Manek.

Mgr Manek dengan rendah hati melakukan apa yang diajarkannya mengenai ‘berbuat baik’ bagi sesama. Kata kunci karya pelayanannya di tengah orang kecil adalah: “… jika anda bertanya dari mana asal orang-orang yang anda layani, maka anda akan gagal melihat Wajah Allah!”

Saudara! Para barisan panjang SMGM tidak saja melakukan perbuatan-perbuatan baik dan terpuji, melainkan mereka memiliki intensi khusus dan istimewa: yakni meneruskan apa yang telah dilakukan sang komandan, Uskup Via Dolorosa yang miskin papa dan selalu belajar berbuat baik bagi sesama yang hina, menderita dan terlantar! Ia ‘hidup miskin’, mengikuti jejak Sang Guru Yesus Kristus, yang walaupun Allah, namun Ia meninggalkanNya dan menjadi manusia serta tinggal dan terlibat dalam kehidupan manusia.