Sedangkan, Theresia Isodoris selaku perwakilan dari HIPMI BPD NTT antusias untuk memberdayakan UMKM kawula muda. Pengembangan UMKM untuk anak-anak muda, kata Theresia, dengan memanfaatkan skill dan berkolaborasi dengan UMKM yang sudah produktif.

“Asosiasi HIPMI bisa membantu dengan memberikan pelatihan. Dalam waktu dekat HIPMI akan bekerjasama dengan beberapa kementerian dan platform untuk memberikan pelatihan ke pelaku-pelaku UMKM muda,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, DR. Marianus Mantovanny Tapung mengatakan kemajuan teknologi berdampak pada revolusi industri.

“Revolusi industri 4.0 merupakan klimaks dari perkembangan pengetahuan dan wawasan manusia. Fokus utama revolusi industri 4.0 adalah adanya efisiensi tenaga dan sumber daya manusia. Saat ini berbagai kebutuhan manusia sudah banyak mendapatkan dukungan internet dan dunia digital, baik itu untuk interaksi dan transaksi,” katanya.

Menurut Manto Tapung, yang menjadi pemain utama berkembangnya revolusi industri 4.0 adalah anak muda dengan persentasi 67%.