Berbicara geliat Dekranasda Mabar, Ir. Melly Weng mengatakan Dekranasda merupakan salah satu organisasi nirlaba yang merupakan mitra pemerintah daerah dalam hal menghimpun para pecinta, para peminat, para pelaku kerajinan dan UMKM dalam satu wadah untuk mengembangkan produk-produk lokal. Selain itu, Dekranasda Mabar mendorong melalui pelatihan, baik itu pelatihan produk tenun maupun produk kuliner kerjasama dengan kementerian.
“Kami sudah melakukan pelatihan meningkatkan motif songke sesuai dengan permintaan pasar. Beberapa bulan lalu, ada pelatihan juga oleh Dekranasda pusat bekerjasama dengan Dekranasda Mabar untuk melatih beberapa penenun senior, dan menjadi pelatihnya adalah bapak Samuel Watimena,” katanya.
Upaya Dekranasda, kata dia, tidak hanya memberikan pelatihan tetapi ikut membantu memasarkan produk unggulan.
“Dekranasda Mabar selalu mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk-produk UMKM melalui bazar Kementerian selain memasok souvenir ke toko-toko. Masa mendatang semua produk UMKM samplenya akan ada di setiap hotel di Labuan Bajo,” ungkapnya.
Sedangkan, Theresia Isodoris selaku perwakilan dari HIPMI BPD NTT antusias untuk memberdayakan UMKM kawula muda. Pengembangan UMKM untuk anak-anak muda, kata Theresia, dengan memanfaatkan skill dan berkolaborasi dengan UMKM yang sudah produktif.
“Asosiasi HIPMI bisa membantu dengan memberikan pelatihan. Dalam waktu dekat HIPMI akan bekerjasama dengan beberapa kementerian dan platform untuk memberikan pelatihan ke pelaku-pelaku UMKM muda,” kata dia.
Pada kesempatan yang sama, DR. Marianus Mantovanny Tapung mengatakan kemajuan teknologi berdampak pada revolusi industri.
“Revolusi industri 4.0 merupakan klimaks dari perkembangan pengetahuan dan wawasan manusia. Fokus utama revolusi industri 4.0 adalah adanya efisiensi tenaga dan sumber daya manusia. Saat ini berbagai kebutuhan manusia sudah banyak mendapatkan dukungan internet dan dunia digital, baik itu untuk interaksi dan transaksi,” katanya.
Menurut Manto Tapung, yang menjadi pemain utama berkembangnya revolusi industri 4.0 adalah anak muda dengan persentasi 67%.







Tinggalkan Balasan