Mereka diantaranya Bank BPD DIY, Bank Jambi, Bank Maluku Malut, Bank Kalbar, Bank Lampung, serta Bank Pembangunan Kalteng. Bank NTT berada pada urutan tiga setelah Jambi.
Sementara empat bank lainnya yang masuk dalam KBMI 2 yakni Bank BJB , Bank Jatim, Bank DKI dan Bank Jateng. Masih dalam riset Infobank, per September 2021, Bank NTT mencatat total aset Rp. 17, 02 triliun dan mengantongi modal inti yang cukup lumayan yakni Rp. 1,97 triliun atau naik 12,91 % dari tahun sebelumnya.
Atas keberhasilan-keberhasilan ini, maka Bank NTT yang mengukuhkan dirinya sebagai ‘Pelopor Penggerak Ekonomi Masyarakat NTT’ ini berhasil menyisihkan empat BPD lainnya di kategori KBMI 1 ini.
Penghargaan ini adalah yang kedua di tahun 2022, dan sudah menjadi komitmen dari badan pengurus PT. BPD NTT, untuk bekerja keras, dan lebih sunguh mempersiapkan diri menuju bank devisa.
Adapun struktur lengkap Bank NTT, yakni Harry Alexander Riwu Kaho selaku Direktur Utama, Paulus Stefen Messakh sebagai Direktur Kredit, Johanis Landu Praing sebagai Direktur Dana dan Treasury, Christofel Adoe selaku Direktur Kepatuhan dan Hilarius Minggu yang adalah Direktur Teknologi Informasi dan Operasional. (Humas Bank NTT)



Tinggalkan Balasan