Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Bonefasius Rampung, mengatakan, magang merupakan proses belajar bagi para mahasiswa.

“Jadi anda kesana untuk belajar. Karena ini merupakan kelanjutan dari teori yang telah diberikan dan dipelajari di kampus,” ujar Bonefasius Rampung.

Ia menjelaskan, mahasiswa yang hendak mengikuti magang harus mempelajari kembali mata kuliah yang menjadi persyaratan magang, memperluas skema tentang dunia pembelajaran, khusunya Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Anda harus pahami sungguh-sungguh apa yang anda lakukan ketika menjadi guru. Takaran yang dipakai untuk orang lain adalah takaran yang akan digunakan untuk dirimu sendiri,” jelasnya.

Mahasiswa harus peka terhadap konteks, ketika berada di sekolah. Mereka harus sadar posisi yang dipercayakan ketika melaksanakan magang, demi menghindari penyimpangan pragmatik.

“Hal itu merupakan kecerdasan yang sudah dibekali pada pembekalan kuliah pragmatik. Dan magang merupakan peluang mengeluarkan kecerdasan yang dimiliki,” terangnya.