Menurut Gubernur VBL, visi Allah mesti diwujudkan dalam program kerja yakni pertanian, peternakan,perikanan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pariwisata. Karenanya Gereja harus berperan aktif bersama-sama dengan pemerintah untuk mewujudkan program Yesus agar tidak ada lagi orang yang lapar dan terpenjara.

“Orang bergereja itu berarti mengucap syukur untuk memuliakan Tuhan sekaligus harus diwujudkan dengan membantu sesama. Dalam istilah gereja, membawa syalom Allah di tengah-tengah masyarakat. Menjadi tim sekerja Allah dengan membantu orang-orang yang hina. Strateginya adalah kolaborasi. Tidak bisa gereja bekerja sendiri, Pemerintah juga kerja sendiri. Yesus telah mengajarkan untuk kita kerja bersama-sama sebagai tim sekerja Allah,” kata Gubernur Viktor.

Lebih lanjut Gubernur meminta perhatian dan keterlibatan gereja dalam mengatasi masalah stunting. Stunting NTT masih sangat tinggi dan akan berdampak generasi masa depan gereja dan bangsa.

“Para pendeta dan pengurus gereja tolong omong dengan mereka yang mau nikah dan sedang hamil agar memperhatikan kualitas gizi anak yang sedang dikandung. Peran serta gereja bukan hanya membantu mereka tapi menjadi tim sekerja Allah. Lakukan pendataan berapa orang jemaat yang mengalami stunting,laporkan supaya kita bisa kerja bersama untuk atasinya. Saya berharap jemaat Manutapen yang punya kemampuan bangun gedung gereja yang megah ini, juga akan melahirkan pikiran hebat untuk bantu sesama,” pungkas Gubernur VBL.