Usaha ayam potongnya sukses, karena jumlah permintaan bertambah. Diakui, dia membeli satu ekor ayam potong di peternak seharga Rp. 59.000, dan setelah dibersihkannya, dia menjualnya kembali seharga Rp. 60.000 hingga Rp 65.000.

“Jadi saya minta terima kasih banyak kepada BPD NTT atas bantuan ini. Yang Rp 10 juta ini angsurannya saya bayar tiap minggu juga. Dan Rp 10 juta ini tempo waktu angsurannya dua tahun tapi saya konfirmasi ke pegawai BPD ini untuk kalau bisa satu tahun saja dengan demikian setoran tiap minggu ini saya kasi Rp 210.000,” ungkap Mama Kris dengan nada polos. Setiap testimoninya disimak oleh VBL dan rombongan.

Mereka terkesima atas kemajuan usaha Mama Kris. Sambil tersipu malu, ibu ini memberanikan diri untuk melanjutkan testimoninya. Ratusan pasang mata yang hadir, kerab tertawa lepas atas keluguan Mama Kris menjelaskan mengenai Kredit Mikro Merdeka yang lahir atas inisiasi Gubernur VBL dan diterjemahkan secara detail oleh Bank NTT atas persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai skim kredit untuk menopang UMKM.