Selain mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, inflasi di Kota Kupang juga terkendali baik dan lebih bagus dari inflasi secara nasional.

Menurutnya prestasi ini tercapai berkat berbagai program bantuan peningkatan ekonomi yang sudah tersalurkan selama ini, seperti bantuan sosial yang mencapai Rp 112 miliar dan bantuan khusus nelayan senilai Rp 53 miliar, yang bersumber dari APBD dan APBN.

Selama pandemi, Pemkot Kupang juga menggelar pelatihan bagi para pemuda untuk melahirkan start up-start up baru. Tercatat ada kurang lebih 57 start up baru yang tumbuh di Kota Kupang selama pandemi covid 19.

Gebrakan lain yang dilakukan Pemkot Kupang adalah pemasangan 117 titik WiFI yang menunjang pengembangan ekonomi berbasis digital.

Pemkot Kupang juga mengeluarkan kebijakan keringan pajak bagi pelaku usaha perhotelan yang ikut terdampak selama pandemi serta berbagai kebijakan bantuan ekonomi lainnya.

Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Jeheskial Adam, S.Th,M.Hum, dalam suara gembalanya memohon kesediaan Wali Kota Kupang untuk memberi gereja kesempatan bergandengan tangan dengan pemerintah, melakukan sinkronisasi program membantu menyelesaikan persoalan yang ada di Kota Kupang.