Putra terbaik dari Amarasi itu mengajak staf dan pimpinan perangkat daerah untuk mengunjungi wilayah yang paling sulit dijangkau baik secara komunikasi maupun transportasi. Salah satu wilayah yang dikunjungi Bupati Kupang saat itu adalah wilayah Amfoang.
Daerah itu memang putus total dari akses transportasi dan jaringan komunikasi. Tetapi itu bukan kendala yang berarti. Bupati Korinus bersama jajarannya berhasil tiba dengan selamat dan menyalurkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat.
“Aparat Kecamatan dan Desa harus perhatikan dan prioritaskan mana kategori rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Penyaluran tepat sasaran dan pentingnya prinsip by name by address yang akurat,” kata Korinus Masneno saat menyerahkan bantuan di Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah.
Saat itu, politisi Partai NasDem ini mengingatkan jajarannya untuk harus bertindak secara manusiawi kepada korban bencana. Semua pihak diajak untuk sama-sama bekerja melayani masyarakat.
Bupati Korinus menyadari betul bahwa kondisi masyarakat pasca Badai Seroja masih mengalami trauma mendalam. Karena itu, dia meminta aparat Kecamatan dan Desa untuk menyalurkan bantuan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak bencana. Saat itu, Bupati mengingatkan jajarannya untuk tidak meminta masyarakat datang ambil sendiri bantuan di Kantor Camat.
Menurutnya, itu hanya akan membebankan masyarakat, karena harus mengeluarkan uang sewa ojek hingga ratusan ribu. Camat dan jajarannya diminta harus peka dan kerja dengan hati untuk langsung antar bantuan ke masyarakat sehingga tidak kekisruhan di tengah kesedihan korban Badai Seroja.
Penanganan pasca bencana yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Kupang benar-benar berhasil. Semua warga yang terdampak Badai Seroja terdata dengan baik dan menerima berbagai jenis bantuan maupun dana tunggu hunian. Kabupaten Kupang dan Kota Kupang jadi 2 daerah yang menerima dana tunggu hunian pertama dari pemerintah pusat dengan jumlah yang berbeda.

Dana Seroja untuk 11.036 KK







Tinggalkan Balasan