Ruteng, KN – PT. Health Wealth International melakukan sosialisasi potensi pemanfaatan pupuk organik Top G2 bagi para petani dan peternak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sosialisasi berlangsung di Aula Efata Ruteng, menghadirkan 300 peserta, yang terdiri dari petani, PNS, guru, kepala sekolah, serta Pemkab Manggarai dalam hal ini Dinas Pertanian.
Tolha Batu Bara selaku pemateri menyampaikan, pupuk organik Top G2, merupakan peroduk organik cair yang dirancang khusus dan di fermentasii menggunakan bioteknologi generasi III.
Menurutnya, pupuk Top G2 diproduksi menggunakan bahan baku organik pilihan, melalui penelitian, uji efektivitas secara ilmiah, dan diproduksi berdasarkan formula bioteknologi presisi tingkat tinggi, melalui fermentasi dan enzimik.
“Pupuk organik cair ini terbaik dan berkualitas tinggi, dan dibuat dari bahan organik pilihan. Bukan berasal dari limbah sampah, sehingga tidak mengandung racun atau mikroba yang bahaya bagi kesehatan,” ujar Tolha, Senin 31 Januari 2022.
Ia menjelaskan, Top G2 memiliki fungsi lain, untuk mengembalikan atau merehabilitasi, meningkatkan dan mempertahankan lapisan tanah agar tetap subur, serta menjaga ketersediaan unsur-unsur hara bagi tanaman, dan meningkatkan hasil produksi tanaman yang berkualitas.
“Karena Top G2 mempunyai kelebihan yang berbeda dengan pupuk organik lain. Sebab, Top G2 ini diproduksi dari bahan baku organik pilihan seperti ikan laut, tumbuh-tumbuhan dan mineral alami,” jelasnya.
“Kualitas kandungan isi lebih bermutu dan terjamin serta aman bagi kesehatan makhluk hidup. Top G2 diproduksi dengan standar industri, dan kandungan isi lebih presisi dan stabil di setiap produk serta di setiap pemupukan,” jelasnya menambahkan.
Produk itu mengandung lebih dari 40 unsur bermanfaat yang dibutuhkan tanah dan tanaman. Seperti unsur C- Organik, hara Essensial, asam amino, asam organik, enzim dan vitamin, hormon pengatur tumbuh, senyawa bioaktif dan berbagai unsur nutrisi tambahan lainnya.
Konsep efektivitas Top G2 adalah untuk meningkatkan produksi agro secara seimbang antara kualitas maupun kuantitas, dengan hasil yang berkelanjutan untuk jangka panjang, serta menghemat biaya produksi, khususnya biaya pemupukan bernilai ekonomis.







Tinggalkan Balasan