“Dari penyerahan tanah, survei awal saya lakukan, yang kedua datang penyerahan tanah bersama Bupati Soni Libing, kemudian izin menerima siswa baru dan penyerahan SK PLH. Lalu hari ini kita menyaksikan penyerahan SK Izin Operasional,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berkaitan dengan pembangunan sekolah ini ke depan, pemerintah masih punya tiga primadona pembangunan pendidikan yaitu pertama, pemerataan dan perluasan akses pendidikan; salah satunya pembangunan SMK.

Kedua, peningkatan mutu dan relevansi. Untuk SMK, peningkatan mutu dan relevansi artinya relevan tidak sekolah dengan dunia usaha atau industri.

Ketiga adalah penguatan tata kelola dan pencitraan publik. Penguatan tata kelola yaitu mulai dari Dapodik, pengembangan sekolah, dan pengembangan sumber daya.

“Pokoknya yang berkaitan dengan manajemen, pencitraan publik bahwa untuk SMK itu penting bagaimana mereka mempertontonkan hasil-hasil karya keterampilan kompetensi anak-anak,” jelasnya.

Ketua MKKS SMK Kabupaten Manggarai Wilhelmus Bastian menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diperoleh SMKN 1 Satar Mese.

“Saya rasa bangga atas penyambutan yang kami terima pada kesempatan ini. Sebagai Ketua MKKS tentu apa yang bisa kami buat akan kami buat, tugas besar akan menunggu untuk kita jalankan ke depan. Saya juga apresiasi bahwa proses SMK ini sangat cepat dan ini tentunya sangat luar biasa,” ungkap Wilhelmus dalam sambutanya.

Wilhelmus mengatakan bahwa dengan ijinnya operasional ini, ada tugas besar yang harus emban ke depan.

“Diantaranya SMK sekarang itu harus link and match, kita SMK tidak bisa berjalan sendiri tanpa industri oleh karena itu gandeng industri,” ucapnya.

Dijelaskan Wilhelmus, SMK wajib mensinkronisasi Kurikulum dengan industri. “Ada banyak materi-materi yang diajarkan di sekolah sudah tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh industri. Maka mau tidak mau, mulai dari Kepala Sekolah serta ibu guru atau tenaga kependidikan wajib sinkronkan kira-kira kompetensi apa yang dibutuhkan di industri itu saja yang diajarkan,” ujarnya.