Wilhelmus juga meminta sekolah mendatangkan guru tamu dari Industri pariwisata seperti dari Hotel Ayana, Jayakarta, dan Biro Perjalanan di Labuan Bajo. Hal ini perlu dilakukan agar siswa mendengarkan langsung apa kompetensi yang dibutuhkan di industri.

Selain itu ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Wilhelmus diantaranya, pertama, terkait Kelas Industri, Wilhelmus meminta kepada Kepala Sekolah agar siswa bisa dibawa kemana-mana, termasuk hotel-hotel yang ada di Labuan Bajo, supaya mereka belajar langsung dengan industri dan itu harus dukung.

“Kedua, Teva atau Teaching Factory wirausaha, tentang bagaimana siswa SMK berwirausaha. Ketiga, budaya industri harus dibawa ke sini sehingga pada saat anak-anak kita hadir di industri mereka sudah terbiasa apa yang menjadi budaya industri,” ujarnya.

Hal berikut yang disampaikan Wilhelmus adalah magang guru. Menurutnya, guru memang hebat, tapi akan menjadi lebih hebat kalau guru mengikuti kegiatan magang di hotel, dan travel.

“Sehingga pada saat anak kami praktek di hotel mereka sudah tahu. Jadi guru wajib mengupdate ilmu pengetahuan lewat magang guru. Terakhir digital. Ini wajib untuk bapak dan ibu guru karena tidak ada cerita bawa guru sekarang tidak menguasai teknologi,” tandasnya mengingatkan para guru SMKN 1 Satar Mese. (*)