Ia menyampaikan, Direktur Kepatuhan Bank NTT diharapkan bisa menjaga dan mempertahankan tingkat kesehatan Bank NTT, yang saat ini berstatus sebagai Bank Sehat.

Dirut Bank NTT menambahkan, di jaman teknologi Direktur Kepatuhan juga harus mampu menciptakan mitigasi resiko di bidang teknologi.

“Digitalisasi Bank NTT saat ini harus mampu memiliki mitigasi resiko di bidang teknologi. Yang paling prioritas adalah menjaga tingkat kesehatan Bank,” tandas Dirut Alex Riwu Kaho.

Sementara Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel S. M. Adoe menegaskan ada empat indikator penting yang menjadi program proprioritas untuk mempertahankan Bank NTT menjadi bank yang sehat menuju bank devisa.

“Ada empat indikator menjadi prioritas. Yaitu profil resiko, GCG, modal, dan rentabilitas. Itu yang harus ditata secara baik, sehingga Bank NTT tetap dinilai sehat oleh OJK,” tandas Christofel Adoe.

Pantauan Koranntt.com, acara pelantikan berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. (*)