Bisnis  

Christofel Adoe Dilantik Jadi Direktur Kepatuhan Bank NTT

Penandatanganan berita acara pelantikan oleh Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel S. M. Adoe dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat selaku pemegang saham pengendali (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali melantik Christofel Samuel Melianus Adoe menjadi Direktur Kepatuhan Bank NTT, Rabu 29 Desember 2021.

Pelantikan didahului dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Ruang Rapat Gubernur NTT. Selanjutnya pelantikan dilaksanakan di Ruang Rapat Asisten Lantai II Gedung Sasando.

Christofel S. M. Adoe dilantik menjadi Direktur Kepatuhan Bank NTT berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTT No: 437/GEP/HK/2021 tentang pengkatan Direktur Kepatuhan Bank NTT.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho usai acara pelantikan mengatakan, dengan dilantiknya Christofel Adoe menjadi Direktur Kepatuhan Bank NTT, maka komposisi pengurus Bank NTT saat ini telah lengkap.

“Kita sangat berharap team work menjadi semakin solid, sehingga tantangan-tantangan yang dihadapi ke depan bisa membuat kinerja Bank NTT makin meningkat dan mendapat kepercayaan dari berbagai pihak,” kata Dirut Alex Riwu Kaho kepada wartawan.

Ia menyampaikan, Direktur Kepatuhan Bank NTT diharapkan bisa menjaga dan mempertahankan tingkat kesehatan Bank NTT, yang saat ini berstatus sebagai Bank Sehat.

BACA JUGA:  Tangkap Pelaku Curanmor di Sikka Polisi Amankan 4 Unit Sepeda Motor

Dirut Bank NTT menambahkan, di jaman teknologi Direktur Kepatuhan juga harus mampu menciptakan mitigasi resiko di bidang teknologi.

“Digitalisasi Bank NTT saat ini harus mampu memiliki mitigasi resiko di bidang teknologi. Yang paling prioritas adalah menjaga tingkat kesehatan Bank,” tandas Dirut Alex Riwu Kaho.

Sementara Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel S. M. Adoe menegaskan ada empat indikator penting yang menjadi program proprioritas untuk mempertahankan Bank NTT menjadi bank yang sehat menuju bank devisa.

“Ada empat indikator menjadi prioritas. Yaitu profil resiko, GCG, modal, dan rentabilitas. Itu yang harus ditata secara baik, sehingga Bank NTT tetap dinilai sehat oleh OJK,” tandas Christofel Adoe.

Pantauan Koranntt.com, acara pelantikan berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. (*)