Ia berharap kegiatan performance dapat dilaksanakan setiap tahun, dengan suguhan pentas yang menarik bagi para orang tua baik dari sisi seni maupun budaya.

“Semoga pentas ini menambah kepercayaan diri anak-anak untuk dapat tampil di depan banyak penonton,” tutup Ketua Yayasan Generasi Cahaya Bangsa David Fulbertus.

Sementara itu Kepala Sekolah BMS Kupang Aprinoet Selfani mengatakan, dalam kegiatan performance, para siswa menampilkan tarian daerah dari NTT dan beberapa Provinsi lainnya di Indonesia.

“Jadi kegiatan ini kami bagi dua. Untuk siswa tingkat TK mereka mempresentasikan dan mempertunjukan tarian daerah dari NTT. Sedangkan siswa tingkat SD, mereka tampilkan tarian daerah dari seluruh Indonesia,” ujar Aprinoet Selfani.

Menurutnya, tema budaya yang dipentaskan oleh siswa siswi BMS Kupang adalah untuk mengangkat dan mengingatkan kembali tentang keberagaman suku dan budaya Indonesia, khususnya NTT.

“Anak-anak pada semester lalu dalam pembelajaran sudah diajarkan tentang budaya setiap provinsi yang ada di Indonesia. Sehingga mereka sudah mengerti dan memahami keberagaman budaya di NTT,” jelasnya.