“Khusus untuk penanganan Covid-19, item-itemnya antara lain penanganan covid-19 dianggarkan Rp14.452.500.00 dan sudah terealisasi sebesar Rp6.599.819.191 dan masih tersisa anggaran sebesar Rp7.852.680.809. Dana untuk dukungan vaksinasi sebesar Rp6.101.787.000 dan sudah direalisasikan Rp963.630.000 dan masih tersisa anggaran Rp5.138.157.000. Juga ada Insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan Covid-19 sebesar Rp10.544.749.364 dan sudah direalisasikan sebesar Rp3.643.587.724 dengan sisa anggaran Rp6.901.161.640,” rinci Sekda Malaka.
Catatan Ketiga sehubungan dengan Belanja Tak Terduga itu yakni program pemulihan ekonomi daerah yang terdampak covid-19 sebesar Rp3.149.566.800 dan yang sudah direalisasikan sebesar Rp2.452.500.000 dan masih tersisa Rp697.066.800. Program pada item ketiga ini yakni penanganan dampak ekonomi dianggarkan Rp149.566.800 dan belum direalisasikan. Juga ada dana bantuan sosial sebesar Rp3.000.000.000 dan sudah direalisasikan sebesar Rp2.452.500.000 sehingga dana yang masih tersisa sebesar Rp547.500.000.
“Singkatnya dana Belanja Tak Terduga Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp37.011.963.164 sudah direalisasikan sebesar Rp16.422.896.915. Sehingga untuk diketahui publik bahwa sisa anggaran Belanja Tak Terduga dan masih berada di Kas Daerah sebesar Rp20.589.066.249. Dengan demikian, penekanannya bahwa dana yang dipertanyakan banyak pihak itu tidak dimaanfaatkan oleh Bupati, Wakil Bupati atau Sekda Malaka untuk kepentingan pribadi atau untuk memperkaya diri. Karena semua dana ini penggunaannya diaudit dan diverifikasi oleh pihak yang berkompeten,” jelasnya.
Menurut Sekda Donatus, memang ada beberapa persoalan yang dapat ditemui di lapangan akan tetapi pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi lintas sektor dan mengajak pihak-pihak terkait menyatukan tekad dan komitmen untuk mengelola dana BTT secara baik, benar dan bertanggung jawab.
“Untuk vaksinasi itu sendiri, kita akan intensifkan kegiatan vaksinasi untuk meningkatkan penyerapan dana BTT terkait dukungan vaksinasi dan insentif tenaga kesehatan. Selain itu kita akan terus lakukan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya protokol kesehatan Covid-19,” tutupnya. (*)







Tinggalkan Balasan