Selain itu, kata dia, Kejati NTT telah dinobatkan menjadi juara satu terbaik dalam pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Sehingga ia ingin membuat sebuah sistem anti korupsi yang akan diterapkan di Kejati NTT.

“Saya ingin buat sistem anti korupsi di kejaksaan ini. Kalau ada yang berani memalsukan dokumen dan memahat harga, maka saya berjanji akan menangkap mereka. Kita harus menjaga wilayah ini anti korupsi,” tegasnya.

Menurutnya, sistem SOP di Kejati NTT sudah diubah ke sistem anti korupsi, sehingga siapapun kajati yang akan menjabat selanjutnya tidak akan berani menerima tamu di ruangan. Dan tamu wajib di dampingi oleh asisten.

“Itu saya sudah masukan di SOP. Karena saya ingin membuat sistem anti korupsi ini betul-betul dilaksanakan di Kejati NTT,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT beserta jajarannya tengah mengupayakan pemberantasan korupsi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bermartabat.

Dalam penanganan kasus korupsi, bukan terletak pada jumlah tersangka yang ditangkap. Tetapi difokuskan pada jumlah kerugian negara yang berhasil dikembalikan. (*)