Namun perbedaan pilihan dalam politik adalah hal yang wajar. Sehingga Bupati Simon mengajak masyarakat Ma’an untuk menghilangkan setiap perbedaan dan tetap bersatu.
“Tapi saya harus hargai perbedaan dalam pilihan politik. Saya katakan, untuk yang memilih saya sebagai Bupati Malaka dan adik Kim Taolin sebagai Wakil Bupati itu tidak salah. Dan yang belum memilih, saya tunggu Pilkada 2024 jatuhkan pilihan itu untuk saya,” jelas Bupati Simon Nahak disambut dengan tepuk tangan meriah oleh warga Ma’an.
Dijelaskan Bupati Simon, bukan hanya di Ma’an, tapi warga di Bani-bani pun tidak memilihnya bersama Wakil Bupati Kim Taolin. Meski demikian, dia tetap membangun Puskesmas di Bani-bani untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan.
“Buktinya orang Bani-bani kemarin tidak pilih saya, tapi saya cari Pah Wande Taolin yang berpasang dengan Stefanus Bria Seran (SBS) kala itu di Pilkada 2020. Saya bangun Puskesmas di Bani-bani. Kami orang politik, jadi dimana-mana harus omong politik,” ujar Bupati Simon.



Tinggalkan Balasan