“Bapak Bupati dan Bapak Wakil kami mohon untuk membantu kami masukan arus listrik karena kami di malam hari gelap gulita,” keluh Elisabet.
Mendengar keluhan itu Bupati Simon langsung menjawab dan akan memperjuangkannya di pusat bersama Kadis Nakertrans Vinsensius Babu.
Untuk sementara, Bupati Simon menginstruksikan Kadis Nakertrans untuk menggunakan genset, sambil dirinya berjuang ke pusat untuk pemasangan meteran di masing-masing rumah.
Menurutnya, kawasan perumahan Trans Kapitan Meo harus dibangun tempat ibadah dan sekolah, sehingga anak-anak di wilayah itu tidak lagi mencari pendidikan di luar pemukiman mereka.
“Yang paling tepat adalah bangun sekolah SMK atau sekolah yang ada kejuruannya dibidang masing-masing. Sehingga anak-anak di Trans Kapitan Meo memiliki keahlian misalnya keahlian di bidang pertanian dan sebagainya. Prinsipnya semua yang akan kita bangun,” pinta Bupati Simon.
Ia menyampaikan, program SAKTI yang sudah direalisasikan adalah Kartu Malaka Cerdas dan Kartu Malaka Sehat. Sehingga untuk anak-anak yang mampu secara otak tapi terkendala karena faktor ekonomi, pemerintah bisa bantu melalui Kartu Malaka Cerdas.



Tinggalkan Balasan