Dilanjutkannya, bahwa ada data sebanyak 3000-an NIK yang bermasalah dan Kapolres Malaka telah meminta Dinkes untuk melihat secara teliti sehingga tidak terjadi kesalahan.

“Terkait dengan percepatan vaksinasi ini kita perlu kerja sama. Sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas secara normal kembali,” kata Rudi.

Hal ini sama disampaikan oleh Dandim Belu Malaka, melalui Danramil 1605/04 Betun, Mayor (Inf) Ahmad Hartono yang mendukung percepatan vaksin.

Kepala Bidang P2P Dinkes, Wilfrida M. Ukat menyampaikan bahwa untuk sementara stok dosis vaksin adalah sebanyak 9.860.

“Input untuk NIK yang terkendala sebanyak 3.279,” Frida kepada wartawan.

Untuk vaksin dosis pertama jumlahnya sebanyak 71.458 dan semua belum terupdate. Dosis kedua 3.982, dosis ketiga 420 dan data manual 90.910 sementara Presentasi vaksinasi 52%.

Data yang sudah di input mencapai angka presentasi 61,30% ini data komulatif dari 3 dosis.

Sebagai informasi tamabahan bahwa yang hadir dalam acara tersebut antara lain: Kapolres Malaka, AKBP Rudi J.J Ledo, SH., SIK, Dandim Malaka Belu yang mewakili Danramil 1605/04 Betun, Mayor (Inf) Ahmad Hartono, Romo Deken, Edmundus Saku, Pr dan Para Staf Ahli, Asisten II Silvester Leto, Kaban Keuangan, Kaban Bencana, Kadis PMD, Agustinus Nahak, Direktur RSPP Betun, dr. Lina dan Camat Rinhat, Camat Weliman, Camat Malaka Tengah, Kapus. Kota Betun Frid. (*)