Selain konstituensi, orang yang berpolitik butuh kompetensi dan berbicara kompetensi, maka bicara soal kapasitas.

“Menggunakan politik sebagai cara untuk menarik kekuasaan saat ini mungkin agak mudah. Tetapi menggunakan politik untuk mengeksekusi program kerja dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Itulah yang berkaitan dengan kapasitas,” jelasnya.

Pakar ilmu komunikasi politik ini menambahkan, selain konstituensi dan kompetensi, seorang politisi juga wajib memiliki integritas. Politisi bisa saja terpilih dan punya kompetensi, tetapi tidak punya integritas itu berbahaya.

“Jadi kalau Bapak Ibu punya kapasitas sebagai politisi, maka yang dibutuhkan juga adalah integritas. Sehingga kerja-kerja politik itu terukur bukan dari luar, tetapi dari dalam diri sendiri,” ungkap Mikhael Bataona.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Kota Kupang Julianus Nomleni selaku narasumber kedua menyampaikan materi tentang Pemilu, serta aturan-aturan baru dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 nanti.