“Kita tetap terima. Karena kalau Rp100Miliar sekalipun, kalau kita bilang kurang ya tetap kurang. Jadi kalau hanya Rp20 Miliar, kita akan tetap manfaatkan secara baik. Apalagi ditengah refocusing anggaran karena pandemi Covid-19,” terangnya.
Dijelaskan Kadis Viktor Manek, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di desa model menggunakan bahan pangan lokal yang dimasak oleh Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), sehingga bebas dari pangan instan.
“Kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan anggaran, dan jenis makanan yang akan dimasak, sehingga Tim PKK akan membeli bahan makanan lokal yang fresh, lalu dimasak bersama dengan ibu-ibu yang ada di masing-masing desa model,” ungkap Viktor Manek.
Transfer Langsung ke Desa
Kadis PMD NTT Viktor Manek juga menegaskan, dalam melaksanakan program PMT di desa model, pihaknya hanya bekerja sama dengan Tim PKK yang ada di desa/kelurahan masing-masing.
Begitupun semua anggaran yang digunakan untuk pemberdayaan ditransfer langsung ke rekening Tim PKK, tanpa melalui perantara.





Tinggalkan Balasan