Bank NTT Bajawa Siapkan Skim Kredit Merdeka untuk Biayai Program TJPS

  • Bagikan
Pimpinan Cabang Bank NTT Bajawa Lorenso Andri Bere Mau (Foto: Ama Beding)

Bajawa, KN – Pimpinan Cabang Bank NTT Bajawa Lorenso Andri Bere Mau menyampaikan, Bank NTT sebagai Bank Pembangunan Daerah berkontribusi penuh terhadap pengembangan potensi pertanian di NTT.

Melalui skim Kredit Merdeka, Bank NTT Bajawa telah membiayai ratusan petani jagung di Kabupaten Ngada, dengan menyalurkan dana sebesar kurang lebih Rp50 Juta.

Komitmen ini sebagai bentuk dukungan terhadap program TJPS atau Tanam Jagung Panen Sapi, yang digagas oleh Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi.

“Kami menyiapkan skim pembiayaan TJPS lewat Kredit Merdeka dengan pola pembayaran pasca panen. Selain modal usaha, para petani di Kabupaten Ngada juga bisa membeli alat-alat pertanian menggunakan skim Kredit Merdeka Bank NTT,” kata Lorenso Andri Bere Mau kepada Koranntt.com, Rabu 1 Desember 2021.

Ia menjelaskan, skim Kredit Merdeka adalah kredit tanpa agunan dan tanpa suku bunga. Kredit jenis ini sangat membantu masyarakat Kabupaten Ngada, terutama para petani yang membutuhkan modal usaha.

Selain petani, skim Kredit Merdeka juga menyasar pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ngada, dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Secara keseluruhan, sudah Rp100 Juta lebih dana yang kita salurkan ke masyarakat, khusus skim Kredit Merdeka,” ucap Lorenso.

BACA JUGA:  Berdamai dengan Cici, BNI Waingapu Siap Benahi Pelayananan

Selain Kredit Merdeka, Bank NTT Cabang Bajawa juga menyalurkan dana sebesar kurang lebih Rp392 Miliar untuk pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Ngada.

“Artinya bahwa Bank ini terlibat aktif dalam setiap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Alam di sini sangat subur. Tinggal masyarakatnya mau berusaha atau tidak,” ucapnya.

Ia menambahkan, Bank NTT Cabang Bajawa juga sangat mendukung sektor pariwisata yang menjadi program unggulan pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Ngada.

Bentuk komitmen dan dukungan itu diwujudkan dalam bentuk pembangunan sistem pembayaran digital di setiap destinasi wisata di Kabupaten Ngada.

Tahun ini, ada lima desa di Kabupaten Ngada yang menjadi Desa Binaan Bank NTT, dan sudah beberapa yang sudah dikembangkan bersama Bank NTT.

“Kalau pariwisata kita sangat fokus, karena berkaitan dengan visi misi Gubernur NTT maupun Bupati Ngada,” tutup Lorenso. (*)

  • Bagikan
error: Content is protected !!