Pertumbuhan ini lebih kecil dari nasional, yang tumbuh 3,51% (YoY). Adapun perekonomian NTT di triwulan ini tumbuh melambat dari triwulan sebelumnya akibat Covid sehingga pemerintah menerapkan PPKM.
“Secara umum inflasi meningkat sejalan dengan membaiknya permintaan masyarakat pasca pemulihan ekonomi. Kami tentu sangat mengapresiasi seluruh upaya yang dilakukan bersama baik oleh TPID, baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengimplementasikan pengendalian inflasi melalui kerangka 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” jelas Nyoman sembari menambahkan, walaupun terjadi badai Seroja pada April lalu yang mana Seroja ini mendorong inflasi naik tajam, yakni 0,82%.
Namun berkat koordinsi TPID yang kuat sehingga inflasi melandai menjadi 1. Ini diimplementasikan melalui kegiatan high lecel meeting baik tingkat provinsi maupun Kota Kupang.
“Pada 2021 TPID NTT juga terpilih menjadi salah satu nominator TPID terbaik dalam seremoni TPID Award tahun 2020,” tambah Nyoman lagi.



Tinggalkan Balasan