“Itu karena mereka kerja serius. Para Bupati dan Wali Kota juga bekerja dengan serius, dan itu ada kemajuan,” kata Gubernur Viktor Laiskodat.

Ia berharap Bank NTT dan lembaga keuangan lainnya terus terlibat dalam setiap pembangunan di NTT, khususnya mendukung ekosistem pembiayaan sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTT Robert H.P Sianipar dalam kesempatan yang sama mengatakan, komitmen pemenuhan modal inti dari para pemegang saham, telah disampaikan dalam setiap pertemuan konsolidasi.

“OJK optimis Bank NTT bisa memenuhi. Pemegang saham pengendali juga telah berkomitmen bahwa modal inti Bank NTT akan terpenuhi pada akhir tahun 2024,” kata Robert Sianipar kepada wartawan.

Ia menyebut sesuai tahapan, sampai akhir tahun ini, modal inti Bank NTT harus mencapai Rp2 Triliun. OJK juga optimis bahwa pemenuhan modal inti tahun ini pasti tercapai.

“Sisanya masih sampai 2024. Kami juga optimis, itu bisa terpenuhi,” jelasnya.

Robert juga menjelaskan, Bank NTT saat ini tergolong dalam kategori Bank Sehat secara resikonya. Namun dari sisi pengawasan, OJK terus mendorong agar terjadinya perbaikan dalam aspek-aspek tertentu, terutama aspek governance atau tata kelola.