Ia menyebut, masyarakat Sabu Raijua akan dilatih bukan hanya sekadar menerima wisatawan, tetapi menerima dengan hati. Karenanya, Sapta Pesona harus benar-benar diterapkan di Kabupaten Sabu Raijua.
Sektor-sektor lain seperti pertanian, kelautan dan perikanan serta infrastruktur, juga diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap pembangan pariwisata di Kabupaten Sabu Raijua.
“Target kita sampai 2024, pariwisata kita sudah siap untuk menjadi pariwisata yang baik dan berdampak secara positif kepada masyarakat,” ungkap Bupati Sabu Raijua.
Untuk mewujudkan pembangunan di sektor pariwisata, saat ini Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua sedang berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 berbuah manis karena saat ini Kabupaten Sabu Raijua berada pada zona hijau, sehingga event pariwisata pun siap digelar.
“Kita bisa mendatangkan banyak orang ke Sabu Raijua. Kemudian, mereka bisa berlama-lama di Sabu Raijua. Namun perlu diingat, bahwa dampak pariwisata tidak bisa dilihat saat ini. Tetapi ini investasi jangka panjang untuk anak cucu kita,” ucap Bupati Nikodemus.



Tinggalkan Balasan