Labuan Bajo, KN – Masyarakat adat Terlaing, Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT menyurati Presiden Indonesia. Perihal meminta untuk mengembalikan Tanah Warisan leluhur masyarakat adat Terlaing.

“Kami, Tua Golo (pimpinan adat) dan Tua Gendang (pimpinan rumah adat) masyarakat adat Terlaing, Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, menyampaikan surat terbuka ini kepada jajaran pemimpin negeri ini untuk membantu masyarakat adat Terlaing mengembalikan tanah ulayat yang sudah dikuasai para mafia tanah,” ujar Hendrikus Jempo, Sabtu 6 November 2021.

Tak hanya Presiden, masyarakat adat Terlaing juga mengirimkan surat terbuka kepada, Menko Polkam Republik Indonesia, Menteri ATR Republik Indonesia, Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia, Ketua DPR Republik Indonesia, Kapolri Republik Indonesia, Satgas Anti Mafia Tanah Polri, Kapolda NTT di Kupang, BPN Provinsi di Kupang, Bupati Mabar, Kejaksaan Mabar, Pengadilan Negeri Mabar, Ketua DPRD Mabar, Polres Mabar dan BPN Manggarai Barat.