Justru dalam keadaan seperti ini Ibu Agustin dapat melihat peluang untuk membantu suaminya yang seorang ASN untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan membangun bisnis souvenir etnik khas NTT buatan tangannya sendiri (handmade), yang juga dikerjakannya dari rumah.
Sembari berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Ibu Agustin menjalankan usahanya dengan mempromosikan souvenir etnik khas NTT buatan tangannya tersebut melalui media sosial facebook miliknya. Ternyata langkah yang ditempuhnya tidak sia-sia.
Konsumen mulai melirik hasil karyanya serta turut memberikan ide dan masukan (request) untuk pemesanan mereka selanjutnya. Kesempatan ini justru dimanfaatkan oleh Ibu Agustin untuk berinovasi sehingga jenis souvenir etnik khas NTT buatan tangannya semakin beragam.
Dimulai dari gelang, anting, kalung, bros wanita dan sekarang telah berkembang dengan adanya konektror hijab dan juga strap masker, dll dengan harga jual yang juga bervariasi dimulai dari Rp 10.000,- s.d. Rp 65.000,-./Pcsnya.
Pembeli pun tidak hanya dari kota Ende NTT saja, namun juga dari beberapa daerah diluar kota Ende, bahkan ada yang dari luar Provinsi NTT, seperti dari Kalimantan dan juga Sulawesi.



Tinggalkan Balasan