Wanita Asal Ende Ini Sukses Bangun Bisnis Souvenir Etnik Khas NTT dari Nol

  • Bagikan
Yosaphat Eka Nugraha Girsang dan Ibu Agustin / Foto: Istimewa

Ende, KN – Masa pandemi yang kita alami saat ini tentu sangat mengganggu semua kalangan masyarakat. Pandemi tanpa memandang bulu telah “meluluhlantakkan” masyarakat baik golongan menengah keatas maupun masyarakat golongan menengah kebawah.

Tidak hanya pada bidang kesehatan, namun dampaknya juga sangat dirasakan pada bidang ekonomi, terlebih-lebih bagi masyarakat yang tidak memiliki pemasukan tetap atau gaji bulanan.

Keadaan ini tentu memaksa setiap orang harus berpikir lebih keras lagi memikirkan bagaimana dapat survive di keadaan yang sangat tidak kita harapkan ini.

Hal ini mendorong Yosaphat Eka Nugraha Girsang, seorang Mahasiswa Fakultas Hukum dari Universitas Flores (UNIFLOR) Ende untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Ibu Dosen Dr. Veronika Genua, S.Pd., M.Hum. yaitu melakukan wawancara dan pengamatan terkait bidang ekonomi dalam masa pandemi dengan melakukan survei kepada seorang Ibu Agustina Pither (40), warga Ende NTT.

Wanita yang biasa dipanggil dengan Ibu Agustin ini adalah salah seorang dari sekian banyak Ibu Rumah Tangga (IRT) yang turut merasakan dampak dari pandemi ini. Namun wanita yang telah dikaruniai 3 orang putri ini tidak menyerah begitu saja “diterjang” oleh keadaan pandemi ini.

Justru dalam keadaan seperti ini Ibu Agustin dapat melihat peluang untuk membantu suaminya yang seorang ASN untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan membangun bisnis souvenir etnik khas NTT buatan tangannya sendiri (handmade), yang juga dikerjakannya dari rumah.

Sembari berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Ibu Agustin menjalankan usahanya dengan mempromosikan souvenir etnik khas NTT buatan tangannya tersebut melalui media sosial facebook miliknya. Ternyata langkah yang ditempuhnya tidak sia-sia.

BACA JUGA:  ChildFund International Ajak Dukcapil Ende, dan Mahasiswa Benahi Data Kependudukan

Konsumen mulai melirik hasil karyanya serta turut memberikan ide dan masukan (request) untuk pemesanan mereka selanjutnya. Kesempatan ini justru dimanfaatkan oleh Ibu Agustin untuk berinovasi sehingga jenis souvenir etnik khas NTT buatan tangannya semakin beragam.

Dimulai dari gelang, anting, kalung, bros wanita dan sekarang telah berkembang dengan adanya konektror hijab dan juga strap masker, dll dengan harga jual yang juga bervariasi dimulai dari Rp 10.000,- s.d. Rp 65.000,-./Pcsnya.

Pembeli pun tidak hanya dari kota Ende NTT saja, namun juga dari beberapa daerah diluar kota Ende, bahkan ada yang dari luar Provinsi NTT, seperti dari Kalimantan dan juga Sulawesi.

Setelah melakukan wawancara serta pengamatan dan mengunjungi langsung kediaman Ibu Agustin, akhirnya Yosaphat Eka Nugraha Girsang yang juga merupakan suami dari dr. Mei Ika M. C., M.Ked (PA), Sp.PA ini berkesimpulan bahwa hal ini merupakan suatu hal yang positif dan patut dicontoh oleh masyarakat kita, khususnya generasi muda agar tetap kreatif dan dapat memanfaatkan gadget yang mereka miliki untuk tidak sekedar “berhura-hura”.

Namun juga bisa menggunakannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan/sampingan dan juga membantu bergeraknya perekonomian Indonesia secara umum dan khususnya perekonomian keluarga. (Yosaphat Eka Nugraha Girsang)

  • Bagikan
error: Content is protected !!