Bagian 6
Kutipan
Ku titipkan kutipan ini padamu.
Kutipan yang mungkin kau tak akan pernah mengerti, mengapa aku titipkan padamu.
Kutipan-kutipan yang mungkin sudah kau lupa.
Kutipan ini masihku simpan dalam diaryku.
Aku sadar kau pasti melupakannya.
Kutipan yang kau tulis disore hari.
Kala lidah tak bisa berucap, kau menuliskan kutipan ini tuk ku.
Bagian 7
Tuhan tahu apa yang kau inginkan.
Tuhan tahu kau ingin bahagia.
Tuhan tahu kau ingin agar orang-orang selalu ada dekatmu.
Tuhan tahu bahwa kau ingin dicintai.
Dicintai oleh seseorang yang tak bisa membuatmu berpaling dari yang lain.
Tapi mungkin kau lupa bahwa,
Tuhan juga tahu apa yang kau butuhkan.
Tuhan tahu kau hanya butuh ruang, ruang untuk berdamai dengan dirimu sendiri.
Tuhan tahu bahwa kau tak butuh siapa – siapa untuk membuatmu bahagia.
Karena dengan adanya dirimu itu sudah cukup.
Tuhan tahu apa yang kau inginkan.
Tapi ingat
Tuhan juga tahu apa yang lebih kau butuhkan.
Bagian 8
Manusia
Katanya manusia itu manusia yang ceroboh.
Sudah diberikan kesempatan kedua malah makin bertingkah.
Mungkin dia tak tahu kepercayaan itu bukan hal yang mudah untuk dibangun.
Kepercayaan itu layaknya sebuah rumah, jika ia dibangun dengan baik, ia akan menjadi rumah yang megah. Pun sebaliknya jika ia dibangun dengan tidak baik, ia akan menjadi rumah yang tak indah untuk dipandang mata.
Manusia itu katanya manusia yang benar, apa-apa menggunakan logika untuk menilai sesuatu.
Wahai manusia kamu diciptakan untuk saling memaafkan bukan saling menghakimi.
Ayolah, sekali-kali gunakan juga hatimu dalam melakukan suatu keputusan.
Manusia itu katanya tidak suka basa-basi.
Ia mau agar suatu hal terjadi sesuai dengan apa yang dia inginkan, hingga suatu hal ia menangis.
Menangisi kebodohan yang telah ia lakukan. Sia pikir bahwa semua hal didunia ini hanya untuknya. Dia lupa bahwa masih ada langit diatas langit. (*)



Tinggalkan Balasan