Diakuinya karena keterbatasan lahan, jumlah rumah yang tersedia belum sesuai kebutuhan. Pemkot sedang mengupayakan lahan milik Pemkot Kupang lainnya untuk kelanjutan pembangunan rumah untuk relokasi tersebut.

Wali Kota memastikan dukungan berupa data dan informasi jika dibutuhkan oleh pihak PPA GMIT Maranatha Oebufu dan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia dalam menentukan sasaran bantuan.

Tak lupa Wali Kota mengingatkan agar tidak membiarkan warga untuk membangun kembali di lokasi bencana bantaran sungai karena semuanya sudah diarahkan untuk relokasi ke tempat yang sudah disediakan pemerintah.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Maranatha Oebufu, Pdt. Desiana Rondo Effendy, M.Th, menjelaskan dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kota Kupang membantu warga terdampak longsor di Kelurahan Oebufu beberapa waktu lalu, Pusat Pengembangan Anak (PPA) GMIT Maranatha Oebufu menggagas program pemulihan hunian mandiri.

Program ini ditujukan bagi keluarga dari anak-anak binaan PPA yang terdampak bencana longsor.