Kitapun dalam kondisi sebagai pribadi yang rapuh, tentu akan sangat membutuhkan kehadiran Tuhan. Kita sadar bahwa di dalam dan bersama Tuhan, kerapuhan kita dikuatkan karena Ia memanggil kita ke dalam kekudusan-Nya.
Semoga kita mampu menjadi saksi yang hidup dimulai dari dalam diri kita sendiri untuk siap juga diutus di tengah sesama kita. (*)
Halaman



Tinggalkan Balasan