Pemkab Manggarai Bangun Drainase dan Jalan di Kota Ruteng

  • Bagikan
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Oktaviani meletakan batu pertama pembangunan drainase di Kelurahan Lawir / Foto: Yhono Hande

Ruteng, KN – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan membangun drainase dan jalan setapak di Kota Ruteng.

Pembangunan drainase dan jalan setapak ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudnyatakan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2021.

Adapun 2 Kelurahan yang dijadikan sebagai sasaran program Kotaku adalah Kelurahan Wali, dan Kelurahan Lawir Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman Oktaviani mengatakan 2 kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kotaku, dengan dukungan dana yang dianggarkan senilai Rp60 Juta.

“Kegiatannya di Lawir tadi ada dua. Yang pertama pembangunan drainase sepanjang 20 Meter, kemudian yang kedua rehabilitas drainase yang ada di depan Kantor Lurah sekitar 60 meter dengan dana Rp60 Juta untuk 2 Kelurahan,” kata Oktaviani di sela-sela kegiatan peletakan batu pertama pembangunan drainase di Lawir.

Sebelumnya kegiatan pembangunan jalan setapak telah dilaksanakan di Kelurahan Wali RT 01 dan 02 pada Selasa 12 Oktober 2021 yang juga dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat.

Ia menjelaskan, dalam proses pembangunan, masyarakat diminta untuk melakukan musyawarah memutuskan lokasi, selanjutnya diusulkan atau direkomendasikan kepada pemerintah untuk membangun drainase maupun jalan setapak.

Kegiatan tersebut juga tertuang dalam SK Bupati Manggarai tahun 2020 bernomor HK/288/2020 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Manggarai yang di dalamnya juga terdapat Kelurahan Wali dan Lawir.

BACA JUGA:  Update COVID di Manggarai 2 September: Sembuh 22, Kasus Baru 5 Orang

“Jadi mereka sendiri yang menentukan mana yang perlu ditangani atau diprioritaskan, sehingga dinas tidak mengintervensi lagi soal lokasinya karena yang paling tahu itu masyarakat sendiri,” ucapnya.

Oktaviani menambahkan, tujuan pembangunan jalan dan drainase adalah untuk mengurangi kekumuhan yang ada di dua Kelurahan tersebut.

“Kalau kita lihat bukan hanya 2 Kelurahan ini saja yang kumuh, tapi rata-rata di Langke Rembong banyak sekali. Tapi karena kita terbentur dengan dana yang sangat minim. Mudah-mudahan dengan dana ini bisa mengurangi kekumuhan yang ada di Kelurahan,” Imbuhnya.

Oktaviani berharap agar masyarakat juga menjaga pembangunan tersebut, sehingga harapan bersama untuk keluar dari kemuhan segera terwujud.

Ketua Tim Fasilitator Kotaku Kabupaten Manggarai Densimus Nanus menyampaikan, total 95 meter saluran drainase di Kelurahan Lawir yang dibangun dan direhabilitasi.

“Pelaksananya adalah KSM Wae Tumbu yang tepatnya RT.07/RW02 Kelurahan Lawir,” kata Densimus Nanus.

Sementara Lurah Lawir Fred Patria kepada wartawan mengatakan masyarakat merasa bersyukur dengan bantuan dari Pemkab Manggarai yang berkolaborasi dengan program Kotaku.

“Harapannya semoga masyarakat semakin sadar dengan pembangunan ini, karena jujur saja masih banyak infrastruktur yang harus perlu di perlu diperbaiki dan dibangun di Kelurahan ini. Supaya ke depan tidak menjadi Kelurahan Kota Kumuh,” harapnya. (*)

  • Bagikan
error: Content is protected !!