Menurutnya, belasan pasangan bukan suami istri itu terjaring razia petugas saat sedang asyik berduaan di dalam kamar.
“Saat kita datangi, mereka tengah asyik berduaan di dalam kamar,” sambungnya.
Setelah terjaring razia, belasan pasangan remaja tersebut dikumpulkan dalam satu kamar untuk diperiksa identitas mereka. Di depan petugas, mereka pun mengakui bahwa mereka bersalah dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, para remaja langsung diberikan pembinaan. Polisi juga mengamankan bebetrapa handphone milik mereka, untuk selanjutnya akan diberi pembinaan di Kantor Lurah bersama orang tua mereka pada hari Kamis, 21 Oktober 2021 mendatang.
“Mereka diberikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatan serupa,” tandas Bripka Andi Darma.
Senada, Serda Andi Taufan menyampaikan bahwa pihaknya sering melakukan razia untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Kalau lingkungan aman, maka masyarakat tidak merasa resah atau takut di lingkungannya sendiri . Kami berdua sudah sering melakukan dan dapat pasangan remaja seperti ini. Kasian orang tua dan keluarga di kampung mereka,” tutup Serda Andi Taufan. (*)



Tinggalkan Balasan