“Seingga menekan inpor daging dari luar, karena harganya lebih murah. Maka itu pemerintah mengambil kebijakan dengan memberikan hibah ternak dan membangun pakan ternak, agar peternak tidak kesulitan,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk masalah stuntung di NTT, Pemprov NTT telah berkomitmen dengan seluruh kepala daerah, untuk menekan angka stuntung hingga 10 persen pada tahun 2023 mendatang.

“Jadi komitmen dari seluruh pimpinan dan gubernur bahwa, tahun 2023, stunting di NTT harus diturunkan ke angka 10 persen. Bila perlu hingga 1 digit,” tandasnya.

Ketua Panitia Pusat HATN, Ricky Bangsaratoe, mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan, ditandai dengan pola konsumsi makanan bergizi, seimbang dan aman.

“Ini merupakan investasi untuk membentuk sumber daya yang berkualitas dan sangat berkaitan dengan kesehatan, sehingga menjadikan masyarakat yang tangguh dan daya tahan yang tinggi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kesadaran masyarakat akan pemenuhan gizi, khusunya protein hewani dan peningkatan produksi peternakan, merupakan tanggungjawab bersama.