Dalam sambutannya, Hilarius juga melaporkan bahwa banyak sekali wartawan di NTT yang belum mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan.
Alhasil, produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan terkadang sangat mengecewakan narasumber karena tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Karena itu, kami mendorong teman-teman untuk mengikuti UKW. Kami berterima kasih kepada Bank NTT yang mensuport kami secara penuh untuk melaksanakan kegiatan UKW,” jelasnya.

Hilarius berharap kerja sama dengan Bank NTT tetap terjalin, agar ke depan bukan hanya kegiatan UKW, tetapi kegiatan lain seperti pelatihan jurnalistik juga terus dilaksanakan, untuk menambah wawasan wartawan di NTT.

“Kami sangat berharap kerja sama ini dilanjutkan pada tahun-tahun yang akan datang. Bukan hanya UKW, tetapi kegiatan pelatihan jurnalistik lainnya. Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Bank NTT,” ucap Hilarius Jahang.

Ia menambahkan, dari ratusan berkas pendaftaran yang masuk ke PWI NTT, telah dilakukan seleksi dan verifikasi. Hasilnya 20 wartawan dinyatakan lolos mengikuti UKW jenjang Muda, sementara 5 orang wartawan lolos mengikuti UKW jenjang Utama.