“Kebiasaan baru ini bukan kebiasaan lama yang diperbaharui tetapi kebiasaan baru dengan era digital. Semua kita harus terbiasa dengan pola tranformasi digital. Dalam dunia digital diperlukan kreativitas yang sangat tinggi. Tadi Pak Asisten sudah sampaikan dengan membuat konten-konten positif untuk upload di internet seperti potensi desa, potensi wisata, potensi daerah, dan potensi ekonomi. Semua potensi-potensi ini kita unggah ke internet sehingga kita lebih dikenal,” terangnya.
Sementara itu, Perwakilan Diskominfo Manggarai, Patrysius P. Anggo dalam materinya menekankan pada pentingnya menguasai informasi dan teknologi di tengah keterbatasan SDM dan infrastruktur.
“Walaupun dengan SDM yang terbatas dan dukungan infrastruktur yang juga masih terbatas, tetapi kita tetap berupaya di Manggarai Timur. Perlu saya jelaskan sedikit bagaimana dinas Kominfo bekerja terutama di kabupaten Manggarai Timur. Kami dari tahun 2016 sampai 2018 sebetulnya sudah menyelenggarakan berbagai event pertunjukan tingkat kabupaten, disitu ada lomba tentang danding, mbata, paduan suara, dan lain-lain, dan kemudian kita tayangkan melalui Manggarai Timur TV di chanel youtube yang bertujuan untuk mengkampanyekan budaya di Manggarai Timur,” tutur Anggo.



Tinggalkan Balasan