Setelah dilakukan verifikasi terhadap pilar kedua ini, ia berharap tahun depan Manggarai mesti menjadi kabupaten pertama yang melaksanakan pilar kedua cuci tangan pakai sabun.
Sementara Aloisia D.P. Kung S.Pd, perwakilan Pertuni Manggarai menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Plan Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk sarana STBM-GESI bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk kaum penyandang disabilitas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi NTT tahun 2017, jumlah kaum penyandang disabilitas sebanyak 3.116 yang tersebar di 12 kecamatan. Dengan kurangnya akses bagi kaum penyandang disabilitas, komitmen ini merupakan gebrakan yang mendukung kesetaraan gender dan inklusi sosial di Kabupaten Manggarai.
“Sanitasi merupakan hak semua orang termasuk penyandang disabilitas. Memikirkan tuntas sanitasi saja tidak cukup, akan tetapi juga memikirkan aksesibilitas untuk semua. Karena ketika orang kesulitan mengakses sarana sanitasi, maka peluang untuk kembali ODF atau tidak melakukan CTPS itu besar. Semua orang akan berpotensi menjadi penyandang disabilitas kedepannya, sehingga membangun fasilitas sanitasi yang aksesibel menjadi bagian dari mempersiapkan masa depan,” ungkap Aloisia D.P. Kung.



Tinggalkan Balasan