Ke depan, Pemprov NTT tetap mendukung atlet NTT dengan memberikan pembinaan secara rutin, sehingga para atlet tidak dibina ketika hendak mengikuti even PON saja.

“Tetapi pembinaan harus dilakukan jauh-jauh hari terhadap atlet kita. Kita punya Dispora, dan pasti mereka sudah punya rencana untuk melaksanakan secara berkelanjutan,” pungkas Nae Soi.

Pelatih Cabang Olahraga Muaythai, Angga Silitonga menegaskan, pihaknya tidak permasalahkan mobil Pikap yang ditumpangi kemarin dari Bandara El Tari Kupang.

“Kalau kami persoalkan, berarti kami tidak mungkin pawai,” tegas Angga Silitonga.

Menurutnya, kondisi sebenarnya tidak seperti yang dilihat. Sehingga ia meminta masyarakat untuk tidak memperdebatkan persoalan tersebut.

“Masalahnya sudah selesai. Sebagai pelatih dan atlet, kami tidak persoalkan itu. Karena pemerintah sebenarnya telah memberikan perhatian untuk menjemput, jadi tidak usah diperdebatkan lagi,” tandasnya.

Sementara atlet Muaythai, Susanti Ndapataka, membenarkan bahwa ketika tiba di Bandara El Tari Kupang, ada penjemputan dari pihak pemerintah.

Namun, kata dia, pihaknya telah menyepakati untuk dijemput oleh kelompok Muaythay Camp dan Laskar Timor Indonesia (LTI) jauh hari sebelum pulang ke Kota Kupang.

“Memang benar kemarin ada penjemputan dari pemerintah. Tetapi jauh-jauh hari sudah dinformasikan bahwa kawan-kawan akan menjemput. Jadi kita sudah fix sama mereka untuk dijemput dengan mobil itu,” terangnya.

Dia menambahkan, ia berhasil meraih medali emas karena tidak lepas dari persiapan yang dilakukan sebelum bertanding pada PON Papua XX 2021.

“Persiapan lumayan matang. Karena PON sebenarnya 2020, tetapi ditunda, sehingga persiapan saya memang sudah matang,” jeasnya.

Susanti berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan seluruh Cabang Olahraga (Cabor) khusunya Muaythai, sehingga ke depannya banyak peminat dan lebih berkembang di NTT

Siapkan Bonus dan Hadiah

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menawarkan sejumlah hadiah menarik kepada para atlet yang berhasil mengharumkam nama NTT pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021.