“Hardwarenya ada penggunaan BTS, Palapa Ring, dan Satelite Satria-1 yang sudah beberapa waktu lalu sudah di groundbreaking oleh Menkominfo Bapak Jhony G. Plate. Terus dari Softwarenya pemerintah sedang mendorong untuk digitalisasi UMKM untuk masyarakat dan birokrasinya juga ada E-Governance serta Smart City, juga ada pembangunan Pusat Data Nasional atau PDL yang salah satunya tidak salah di Labuan Bajo. Lalu ada Brainwarenya terkait SDM, maksudnya manusianya dipersiapkan juga,” ucapnya.
Senada dengan Remmy, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fathina menguraikan tentang 3 aspek dalam percepatan digitalisasi.
“Kebijakan, infrastruktur, dan human capital. Kebijakan tentu sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk mewujudkan smart nation, dimana semua ini akan kita lakukan untuk menjadi digitalisasi. Yang kedua adalah infrastruktur, yang mana kita tahu sendiri bahwa akhir-akhir teman-teman sangat intensif dan masif bagaimana juga untuk Labuan Bajo. Kita sekarang sudah punya 2 jalur untuk fiber optik baik dari sisi Indonesia Barat maupun Indonesia Timur sehingga lebih reliable dan kemudian dalam waktu dekat kita akan didatangkan teknologi 5G, dan ini pasti akan ada lompatan-lompatan digital khususnya di Labuan Bajo. Yang ketiga adalah human capital, manusianya yang menggunakan teknologi tadi itu. Terima kasih karna hari ini kita diperkenalkan oleh Kemkominfo tentang bagaimana kita mengadopsi teknologi tersebut sehingga memberikan nilai tambah sehingga tidak hanya sekedar terhubung tetapi percepatan pemberdayaan ekonomi yang ada di Labuan Bajo,” urainya.



Tinggalkan Balasan