Selain Fatumnasi, kata dia, tujuh destinasi wisata lainnya di NTT, akan dilakukan hal yang sama, di mana Dinas Parekraf NTT akan bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan.

“Kita sudah sepakat bahwa, tujuh destinasi wisata akan dikelola dengan pihak ketiga yang profesional. Kalau tidak salah, untuk Fatumnasi dengan Sahid T-More,” ucapnya.

Dia menjelaskan, saat ini tengah dilakukan negosiasi dengan pihak ketiga, pemerintah dan masyarakat yang terlibat di dalamnya.

“Sehingga ada income yang baik, agar hasilnya bisa dibagi secara baik dengan Pemda, pelaksana dan masyarakat,” jelasnya.

Oematan menambahkan, pihak ketiga dapat melakukan investasi lainnya, karena pengelolaan objek wisata bukan hanya soal penginapan.

“Tetapi juga soal pasokan makanan yang dapat dikelola, seperti makanan tradisional atau pangan lokal,” tandasnya. (*)