“Jika dalam tempo waktu tertentu targentnya sudah tercapai, maka akan selesai. Sehingga proses kerjanya harus secara kolaboratif, dan bekerja sesuai program,” jelasnya.
Dia menjelaskan, percepatan pertumbuhan ekonomi bukan hanya menyangkut material atau kuantitatif semata. Tetapi merupakan sebuah adaptif yang memiliki kepekaan terhadap keadaan di daerah.
“Jadi tugas pokoknya harus membangun kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, demi mendorong percepatan performa tim,” terangnya.
Meski ditengah pandemi COVID-19, kata dia, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat tetap mengukuhkan tim TPAKD pada 27 Agustus lalu di Pulau Semau, dengan membentuk tim dari 22 Kabupaten/Kota se-NTT.
“Karena ini merupakan sebuah proses adaptif untuk meningkatkan ekonomi daerah. Salah satunya mengembangkan kualitas pelaku UMKM. Karena ini merupakan program Pemerintah Pusat (Pempus),” tandasnya.
Ketua Harian Kadin NTT, Theodorus Widodo, menjelaskan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam upaya percepatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT. Karena pelaku UMKM memiliki peran vital untuk menopang ekonomi masyarakat.



Tinggalkan Balasan