“Karena 1000 meter, maka upah kami Rp4.000.000 juta rupiah. Penarikan pipa dikerjakan pada bulan Juni, dan dijanjikan untuk bayar upah pekerja pada 2-3 Juli 2021 lalu. Tetapi hingga sekarang uang itu belum juga kami terima,” tegasnya.

Dia menyebut, dirinya bersama sejumlah pekerja lain telah mendatangi Kantor Desa Tou pada 18 September 2021 lalu, guna mempertanyakan kejelasan upah mereka.

“Kami bertemu dengan Kepela Desa, namun kepala desa mengatakan uang belum keluar, atau belum dicairkan
ke nomor reekening,” ungkap Yohanes meniru perkataan kepala desa.

Seorang warga Desa Tou, yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan, meski program pengerjaan pipa air telah selesai dan dilakukan serah terima, hingga kini air belum bisa dialirkan, karena upah para pekerja belum juga dibayar.

“Saat ini kondisi rill dilapangan, air tidak keluar, kenapa air tidak keluar, karena upah kerja para pekerja belum dibayar makanya orang tutup air,” terangnya.

Kepala Bidang P2, Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kabupaten Ende, Muhamad Houri Radja, ketika dikonfirmasi, dirinya membenarkan, bahwa proyek pengerjaan pipa di Dusun Napundara telah selesai dan diserah terima ke Bapeda.