Pertama yang saya lihat pada saat Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua, yaitu Pak Nikodemus dan Pak Uly datang ke saya, itu ada kejujuran dari kedua pasangan tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa mereka telah berjuang apa adanya, sehingga tergeraklah hati saya melakukan pembelaan dan memperjuangkan hak-hak mereka, selain kecintaan saya terhadap Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, saya pun tidak rela bila salah satu daerah itu dipimpin oleh warga negara asing. Karena itu mencoreng citra Indonesia dan juga bisa jadi melemahkan semangat para generasi muda yang ingin berkarya dalam bidang politik. Apabila kasus itu dibiarkan, bisa jadi rekan-rekan generasi muda di bidang politik sudah tidak ada lagi semangat untuk berjuang di Pilkada, Pileg, Pemilu, maupun ajang demokrasi lainnya, karena mereka melihat adanya Bupati atau pemimpin daerah dipimpin oleh warga negara asing. Jadi alasan saya mau menerima tawaran untuk bergabung menjadi tim hukum Pak Nikodemus dan Pak Uly, itu lebih kepada kecintaan saya kepada Indonesia. Jadi jiwa nasionalisme saya terpanggil saat itu.





Tinggalkan Balasan