Masih dalam kesempatan itu, walikota pun menjelaskan bahwa ketika masuk kota, ada banyak perubahan yang disumbang oleh Bank NTT. Salah satunya, air mancul Bundaran PU. “Air mancur itu milik Bank NTT. Bukan milik Pemkot. Itu adalah media iklan kerjasama antara Pemkot Kupang dengan Bank NTT dan itu adalah salah satu terobosan. Kami berterimakasih atas kepeduliannya terhadap kota ini,” tegas Walikota Jefri.

Masih dalam sambutannya, Walikota menegaskan bahwa masyarakat harus tau bahwa kontrubusi Bank NTT terhadap Kota Kupang cukup banyak. Banyak keuntungan yang diperoleh Pemkot Kupang atas kerjasama dengan Bank NTT. Ada CSR, dan juga kemudahan lain bernilai puluhan miliar yang sudah diterima.

“Atas nama pribadi saya ucapkan banyak terimakasih atas kerjasama dan kreativitas-kreativitas  yang dilakukan oleh pemimpin yang sekarang. Yakni bagaimana menggunakan dana sekecil-kecilnya untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berterimakasih karena selama pandemi ini, Bank NTT juga terlibat dalam vaksinasi dalam berbagai tempat di kota ini. Hari ini persentase jumlah warga yang divaksin adalah 64 persen. Dibandingkan dengan NTT secara keseluruhan 18 persen. Kita terus berjuang baik lewat lembaga-lembaga lain, kita berterimakasih kepada TNI Polri, Kajari dan Kajati yang bayak membantu kita.”

Tak hanya sekali, walikota berterimakasih kepada Bank NTT yang sudah dengan luar biasa mencreate berbagai peluang bisnis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang “Dan saya berterimakasih juga bahwa sebagai pemegang saham, apa yang dikatakan oleh Pak Dirut tadi, kita mencapai angka Rp 254 M. Kalau dihitung, Pemkot Kupang dapat belasan miliar dari situ. Terimakasih kepada Bank NTT,” pungkasnya. (Humas Bank NTT)