Usai menggunting pita, walikota dan rombongan melihat-lihat fasilitas yang tersedia di central ATM. Juga hal yang sama pada layanan smart branch KCU. Di lantai satu KCU, walikota nampak terkesima saat menyaksikan demonstrasi pegawai yang melayani seorang nasabah yang hendak menginisiasi kredit pada KIOSK. Hal yang sama juga pada layanan STS dan smart teller.
Dirut Alex saat itu menjelaskan bahwa jika sebelumnya mereka menyiagakan enam orang teller, maka dengan layanan terbaru ini, hanya ada dua teller dan setiap teller melayani tiga mesin. Nasabah cukup menggesek kartu ATM, lalu mengikuti proses selanjutnya, untuk layanan apa saja yang membutuhkan jasa Bank NTT. Ada satu teller konvensional, sebagai layanan transisi bagi warga yang membutuhkaan bukti-bukti administrasi dan sebagainya.
Sementara, dalam seremoni awal, dalam pertemuan yang sangat terbatas dan taat Prokes, Dirut Harry Alex Riwu Kaho menegaskan bahwa “Kegiatan pagi ini adalah langkah selanjutnya dari komitmen tanggal 17 Juli Lalu, untuk Bank NTT menuju super smart bank. Sehingga adaptasi menuju dunia digitalisasi, kita terus lakukaan. Kami mohon kesediaan Walikota untuk meresmikan Kontainer ATM dan Digital Branch di KCU. Semua bisa tercapai karena dukungan yaang kuat dari pak walikota, dan seluruh pemegang saham sehingga modal inti kita yang diwajikabkan oleh OJK, yakni modal inti minimum Rp 2 T, kami optimis akan mencapainya.”





Tinggalkan Balasan